Beranda / BERITA UTAMA / Prof. Ahmad Syukri Hadiri FORDAKOM 2026, Perkuat Eksistensi Keilmuan Dakwah

Prof. Ahmad Syukri Hadiri FORDAKOM 2026, Perkuat Eksistensi Keilmuan Dakwah

Diterbitkan:

Kategori:

Pengunjung: 15

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

Pengunjung: 15

BALIKPAPAN – Dekan Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., menghadiri secara langsung perhelatan Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Tahun 2026. Pertemuan strategis tingkat nasional ini berlangsung pada 4–7 Juni 2026, bertempat di Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Acara pembukaan FORDAKOM digelar secara khidmat pada Kamis malam (4/6/2026) di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E. Dalam pidato sambutannya, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya transformasi metode dakwah serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika zaman.

“Dakwah tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan konvensional, tetapi harus adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter,” tegas Rahmad Mas’ud.

Fokus Agenda Strategis dan Penguatan Kelembagaan

FORDAKOM 2026 kali ini mengusung sejumlah agenda krusial, mulai dari konsolidasi akademik demi memperkuat jejaring dakwah dan komunikasi Islam di era digital, hingga penguatan kelembagaan dalam ranah Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) antar-PTKIN se-Indonesia.

Secara khusus, para peserta forum membedah isu-isu mendasar terkait posisi, pengembangan, dan penguatan identitas nomenklatur rumpun keilmuan yang bernaung di bawah Fakultas Dakwah. Isu penguatan identitas keilmuan ini menjadi salah satu fokus pembahasan yang mendapat perhatian khusus dari para dekan dan pengelola kelembagaan tinggi.

Kolaborasi Kolektif Lintas Asosiasi

Secara kelembagaan, pertemuan nasional ini diikuti oleh 28 dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari berbagai PTKIN di seluruh Indonesia. Kehadiran para pimpinan ini menjadikan forum tersebut sebagai wadah krusial dalam menyatukan visi pengembangan rumpun ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa depan.

Selain forum para dekan, kegiatan FORDAKOM juga melibatkan berbagai organisasi profesi dan asosiasi keilmuan terkait. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan adanya semangat kolektif yang kuat untuk memperkokoh arah pengembangan, standarisasi, serta mutu pendidikan tinggi dakwah dan komunikasi di Indonesia secara integratif.

Konstruksi Keilmuan Dakwah

Guna mempertajam arah gerakan, forum ini menghadirkan Guru Besar Ilmu Dakwah sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nur Syam. Dalam paparannya mengenai konstruksi keilmuan, Prof. Nur Syam menegaskan bahwa bidang-bidang keilmuan keagamaan Islam yang berakar pada disiplin dakwah semestinya tetap berada di bawah naungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebagai induk keilmuannya.

Merespons dinamika tersebut, Ketua Umum FORDAKOM bersama seluruh dekan yang hadir menyepakati komitmen bersama. Mereka siap memperjuangkan penguatan eksistensi bidang keagamaan ini agar tetap menempati posisi strategis dalam sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Komitmen Fakultas Dakwah UIN Jambi

Menanggapi hasil pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Dakwah UIN Jambi, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., memberikan respons yang sangat positif. Ia menilai forum ini sebagai momentum krusial untuk menyamakan langkah dan pandangan.

“FORDAKOM menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat posisi keilmuan dakwah serta komunikasi di PTKIN. Kami berharap hasil forum ini dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pengembangan fakultas dan program studi ke depan,” harap Prof. Ahmad Syukri.

Lewat partisipasi aktif dalam FORDAKOM 2026 ini, Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh fakultas dakwah se-Indonesia. Langkah ini diambil guna mendongkrak mutu akademik, memperkokoh kelembagaan, serta mengembangkan keilmuan dakwah yang kontekstual dan menjawab tantangan zaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *