PADANG (Senin, 16/02/2026) – Dalam upaya mendukung pemulihan masyarakat pasca-bencana, tim gabungan dari Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, bersama Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Sumatera Barat serta Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), melaksanakan kegiatan pengabdian.
Aksi kolaboratif ini terfokus pada dua titik lokasi, yakni Nagari Bayang Utara dan Kelurahan Balai Gadang, Sumatera Barat pada Sabtu dan Minggu, 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua program studi, termasuk mahasiswa KPI yang berperan dalam aspek komunikasi, pendidikan, dan kegiatan publikasi.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis. Program diawali dengan pembekalan materi secara berani mengenai prinsip 3L ( Look, Listen, Link ), yang kemudian dipraktikkan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak banjir melalui pendekatan yang komunikatif dan empatik.
Presiden PEKA, Datin Dr. Siti Taniza Toha, menjelaskan bahwa kehadiran tim di lapangan bertujuan membantu meringankan efek trauma yang masih dirasakan oleh para korban. Menurutnya, pendekatan 3L menjadi instrumen penting untuk memberikan rasa aman serta memastikan warga memperoleh dukungan emosional yang tepat dalam masa pemulihan.
Kaprodi BPI UIN STS Jambi, Dr. Ali Pirdaus, M.Pd. I., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Fakultas Dakwah dalam menyelenggarakan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kaprodi KPI UIN STS Jambi, Chandri Febri Santri, M.Pd , menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa KPI dalam kegiatan ini menjadi bentuk implementasi keilmuan komunikasi dan Penyampaian Islam dalam situasi nyata. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan pesan dakwah, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi empatik dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI dilatih untuk memproduksi konten dakwah yang adaptif dan solutif, serta memanfaatkan media sebagai sarana penyebaran pesan-pesan pemulihan yang mampu membangun optimisme masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KPI tidak hanya terlibat dalam pendampingan langsung, tetapi juga berkontribusi dalam mendokumentasikan kegiatan serta memproduksi konten edukatif yang disebarluaskan melalui media sosial sebagai bagian dari dakwah berbasis media.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, tim menemukan bahwa kondisi psikologis masyarakat masih memerlukan perhatian yang serius. Rasa was-was dan kekhawatiran sering muncul kembali saat hujan turun, dipicu oleh trauma akan kemungkinan banjir susulan. Hal ini menunjukkan bahwa selain bantuan darurat, dukungan moral, komunikasi yang empatik, dan pendampingan mental menjadi kebutuhan penting bagi warga.
Melalui pengabdian internasional ini, diharapkan kolaborasi lintas negara serta sinergi antara BPI dan KPI dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat bangkit, pulih, dan kembali menjalani kehidupan secara lebih optimis.



Tinggalkan Balasan