Beranda / BERITA UTAMA / Prodi BPI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Berkolaborasi dalam The 4th FICOSIS Bahas Ketahanan Keluarga di Era Digital

Prodi BPI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Berkolaborasi dalam The 4th FICOSIS Bahas Ketahanan Keluarga di Era Digital

Diterbitkan:

Kategori:

Pengunjung: 256

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

Pengunjung: 256

Ponorogo, 11 November 2025 — Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut berperan aktif dalam pelaksanaan The 4th FUAD’s International Conference on Islamic Studies (FICOSIS) yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo, bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Konferensi internasional yang mengusung tema “The Role of Islamic Studies in Strengthening Family Resilience in the Digital Era” ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan menjadi wadah kolaboratif bagi akademisi lintas kampus dalam mengembangkan kajian keislaman yang relevan dengan dinamika sosial era digital.

Kegiatan ini berfokus pada isu aktual tentang ketahanan keluarga (Family Resilience) di tengah arus transformasi digital yang memengaruhi Struktur Sosial, Pola Komunikasi, hingga Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Muslim. Melalui pendekatan interdisipliner, FICOSIS ke-4 berupaya memperkuat kontribusi studi Islam dalam membangun ketangguhan spiritual, moral, dan sosial keluarga modern.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo, Dr. Muh. Tasrif, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini berhasil menarik perhatian luas dari para akademisi/ peneliti Nasional dan internasional.

“Tahun ini kami menerima ratusan abstrak dan menyeleksi 58 paper dari 17 lembaga, termasuk dua institusi asal Malaysia. Antusiasme ini menunjukkan komitmen kuat dunia akademik terhadap isu ketahanan keluarga di era digital,” ungkapnya. Adapun 58 karya ilmiah tersebut disajikan dalam empat subtema utama, yaitu:

  1. The Qur’an as the Foundation of Family and Community Resilience
  2. Islamic Communication in Strengthening Family Resilience and Harmony
  3. Islamic Counseling and Guidance for Mental and Emotional Resilience in Family
  4. Culture, History, and Local Wisdom as Pillars of Family Resilience and Character Building

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, S.S., M. Ag, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan kolaborasi ini dan menyatakan terimakasih kepada UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo yang telah memberikan ruang kolaborasi akademik bagi UIN Jambi. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menyelenggarakan konferensi berskala internasional di masa mendatang. Lebih dari itu, kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi sarana mempererat silaturrahmi antarperguruan tinggi Islam. Dekan Fakultas Dakwah UIN Jambi pun menyampaikan Selamat kepada 3 Dosen BPI UIN Jambi yang ikut dinyatakan Lolos dalam seleksi Article yaitu atas nama

  1. Massuhartono M.Si dengan judul article : “The Ambivalent Role of FOMO in Spiritual Crises and Religious Motivation Among Muslim Students in Jambi”
  2. Sinta Rahmatil Fadhilah M.A dengan Judul article “Multiple Implications Of Qur’an Values In The Resilience Of Female Students: An Analysis Of The Impact On Learning Performance (Tahfiz) And Prediction Of Family Resilience (Study: Mambaul Ulum Islamic Boarding School, Jambi City)”
  3. Fuad Hasyim, S. Sos., M. Si dengan Judul article “Maintaining Harmony Amid A Busy Activity: Family Function, Transfer of Function, and The Dual Roles of Career Women.”

Salah satu kontribusi penting dari UIN Jambi ditunjukkan oleh Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D. Guru Besar sekaligus dosen Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) yang dikenal sebagai penggas Psikologi Ruhiologi dan menjadi keynote speaker pada kegiatan ini. Dalam paparannya, Prof. Iskandar menekankan menekankan bahwa jiwa manusia (ruh) merupakan pusat dari seluruh dinamika kepribadian, perilaku, dan keseimbangan psikologis agar dapat menjadi insan kamil yaitu manusia paripurna yang sehat secara mental, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual.

Selain itu, turut hadir pemateri internasional Muhammad Saifudin bin Abdullah, KB., PA. (PEKA & IKRAM Malaysia), serta akademisi ternama seperti Dr. H. Dudy Innaurdin Efendi, M.Ag., MQM. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Dr. Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd. dari UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo. Para narasumber menyoroti pentingnya revitalisasi nilai-nilai Islam untuk membangun keluarga yang tangguh secara spiritual, emosional, dan sosial di tengah era disrupsi teknologi.

Secara akademik, konferensi ini menunjukkan arah baru riset keislaman yang berorientasi pada interdisiplinaritas ilmu, menggabungkan dimensi teologis, psikologis, dan sosiologis. Publikasi hasil konferensi dalam jurnal-jurnal terindeks nasional seperti Irsyad, Anida, Rosyada, Qaulun, dan JIGC menjadi bukti nyata kontribusi akademik dari kolaborasi ini.

Dari sisi sosial-budaya, FICOSIS menjadi simbol kolaborasi produktif antaruniversitas Islam di Indonesia dan Malaysia, sekaligus sarana mempererat silaturahmi akademik dan memperkuat identitas keilmuan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas negara, The 4th FICOSIS menjadi momentum penting dalam mengaktualisasikan peran studi Islam dan Bimbingan Penyuluhan Islam dalam memperkuat ketahanan keluarga Muslim di era digital—sebuah langkah konkret menuju penguatan peradaban Islam yang resilien dan berdaya spiritual di tengah tantangan global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *