Beranda / BERITA UTAMA / Workshop Jurnalistik bertajuk “Peningkatan Kompetensi Penulisan Berita Online”

Workshop Jurnalistik bertajuk “Peningkatan Kompetensi Penulisan Berita Online”

Diterbitkan:

Kategori:

Pengunjung: 254

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

Pengunjung: 254

Jambi-Santri Pondok Pesantren As’ad khususnya anggota tim Jurnalistik Izzatul As’adi (Izzi) antusias mengikuti workshop jurnalistik bertajuk “Peningkatan Kompetensi Penulisan Berita Online” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Jurnalistik Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS). Kegiatan ini berlangsung penuh semangat di lingkungan Pondok Pesantren As’ad, dengan menghadirkan sejumlah jurnalis profesional sebagai narasumber utama. (2/8).

Terdapat 3 narasumber dalam kegiatan ini, narasumber pertama dari dosen Jurnalstik yaitu Muhammad Al-Hafizh, kemudian yang kedua Rifani Halim, dari salah satu jurnalis Tribun Jambi, dan ketiga adalah Ratna Sari, seorang jurnalis Kompas TV.

Workshop ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Jurnalistik Islam dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) sekaligus program Kuliah Kerja Nyata (KKN) konversi pengabdian dosen.

Tujuannya untuk membekali para santri dengan keterampilan dasar dalam dunia penulisan berita, terutama di era digital saat ini yang menuntut kecepatan dan ketepatan informasi. Para pemateri berasal dari kalangan akademisi serta praktisi media yang berpengalaman, di antaranya dosen jurnalistik Islam dan dua jurnalis profesional media di Jambi.

Selama kegiatan, para santri mendapatkan berbagai materi penting seputar dasar-dasar jurnalistik, termasuk pengenalan berita online, etika jurnalistik, teknik wawancara, hingga cara menulis berita yang baik dan benar. Dalam sesi materi, Muhammad Al-Hafizh dosen Jurnalistik Islam menekankan pentingnya akurasi dalam penulisan berita. “Dalam penulisan berita online, informasi yang disampaikan harus akurat dan berdasarkan fakta,” ujar Hafiz di hadapan para peserta.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, para santri diajak melakukan tanya jawab langsung dengan para pemateri. Mereka juga mengikuti praktik lapangan berupa latihan menulis berita secara individu yang sesuai dengan kaidah dalam penulisan berita. Hal ini dilakukan untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, dan ketajaman berpikir para santri dalam merespons peristiwa di sekitar mereka.

Salah satu peserta, Dinda, mengaku sangat senang bisa mengikuti workshop ini. “Workshop ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Saya jadi lebih paham bagaimana menulis berita yang benar. Apalagi saat sesi tanya jawab, kami diberi hadiah kalau berani bertanya, Itu membuat suasana jadi seru,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *