CIREBON – Langit Cirebon seolah bersinar lebih cerah saat para mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menginjakkan kaki di kampus UIN Siber Syekh Nurjati, Jawa Barat. Mereka datang bukan sekadar jalan-jalan, melainkan sebagai delegasi yang siap mengukir prestasi di panggung bergengsi: Konferensi Internasional, PkM Internasional, Seminar Nasional, hingga Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) FKM BPI/BKI Se-Indonesia 2025.
Acara yang berlangsung selama tiga hari penuh semangat dari 2 hingga 4 Juni 2025 ini mengusung tema yang kekinian dan visioner, “Building Networks and Career Opportunities for BPI/BKI Students in the Digital Era”. Kegiatan ini menjadi ajang temu akbar para pegiat BPI/BKI dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara. Bayangkan saja, peserta datang dari Filipina, Malaysia, Sudan, dan Thailand—suasana pun terasa seperti “mini United Nations” versi penyuluhan dan konseling!
Tak hanya dihadiri UIN Jambi, ajang bergengsi ini juga diwarnai oleh kedatangan 8 kampus besar lainnya yang memiliki program studi BPI/BKI, yaitu:
* UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto
* Universitas Al Azhar Indonesia
* UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
* UIN Sayyid Rahmatullah Tulungagung
* UIN Syarifuddin Wonorejo
* UIN Sunan Gunung Djati Bandung
* UIN Raden Fatah Palembang
* serta tentu saja, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sendiri.
Kehadiran kampus-kampus ini menciptakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antar mahasiswa, memperkuat jejaring nasional, dan memperkaya perspektif dari berbagai wilayah Indonesia.
UIN Jambi tampil percaya diri dengan mengirimkan empat mahasiswa terbaiknya. Mereka adalah Desy Novitasari (Sekretaris Jenderal DPP), Fahri Handra (Ketua HM-PS BPI), Ambo Mahmud (Departemen Jaringan Luar Wilayah I Sumatera), dan Cintami Athma Fazira (Departemen Komunikasi dan Informasi DPP). Empat nama ini bukan sembarang mahasiswa—mereka adalah garda depan yang membawa semangat, intelektual, dan semangat kolaborasi dari Jambi ke Jawa.
Acara ini juga semakin bergengsi dengan hadirnya pembicara internasional yang tidak kalah keren, seperti Muhammad Saffuan Bin Abdullah dari Malaysia (Pengurus PEKA – Malaysia) dan Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag., CPCE dari Presidium PABKI Indonesia. Para peserta pun diberikan ruang untuk berdiskusi dan mengasah wawasan seputar isu-isu terkini dalam dunia konseling dan penyuluhan—tentu ini adalah momen emas untuk menyerap ilmu dan memperluas jaringan global.
Uniknya, kegiatan ini diawali dengan momen yang cukup bersejarah, yaitu pelantikan resmi kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) FKM BPI/BKI Se-Indonesia untuk masa khidmat 2024–2025. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presidium PABKI setelah opening ceremony yang berlangsung dengan penuh khidmat. UIN Jambi pun mencatatkan sejarah sebagai salah satu universitas yang turut meramaikan formasi kepengurusan nasional ini.
Tak bisa dipungkiri, kegiatan ini bukan sekadar ajang formalitas. Ia adalah ladang pengalaman, tempat bertumbuhnya keberanian, public speaking, dan kemampuan intelektual para peserta. Bagi mahasiswa BPI UIN Jambi, kegiatan ini bagaikan “bensin” yang menyulut semangat mereka untuk terus berkembang dan membawa semangat perubahan ke kampus tercinta.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membekas di hati setiap peserta. Harapannya, langkah kecil yang diambil oleh keempat delegasi BPI UIN Jambi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menembus batas, dan menjadikan dunia sebagai ruang belajar yang tak terbatas.



Tinggalkan Balasan