Beranda / BERITA UTAMA / Fakultas Dakwah UIN STS Jambi Gelar Kuliah Tamu: Menggali Relevansi Manuskrip dan Tradisi Lisan dalam Dakwah Modern dengan BRIN

Fakultas Dakwah UIN STS Jambi Gelar Kuliah Tamu: Menggali Relevansi Manuskrip dan Tradisi Lisan dalam Dakwah Modern dengan BRIN

Diterbitkan:

Kategori:

Pengunjung: 49

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

Pengunjung: 49

JAMBI, 28 April 2026 – Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi sukses menyelenggarakan kuliah tamu daring bertajuk “Relevansi Manuskrip, Tradisi Lisan, sebagai Pemerkaya Dakwah” pada Selasa (28/4). Mengusung kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan wawasan riset yang mendalam untuk kebutuhan akademik, khususnya penyusunan skripsi.

Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., dalam sambutannya menyambut hangat antusiasme peserta. Beliau menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai gerbang inspirasi bagi mahasiswa. “Manuskrip dan tradisi lisan adalah harta karun intelektual. Saya berharap mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk menggali ide penelitian skripsi yang segar, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga relevan dengan tantangan dakwah di era modern,” ungkap Prof. Ahmad Syukri.

Narasumber utama, Dr. Mu’jizah, M.Hum., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN, memaparkan bagaimana literatur kuno dapat diintegrasikan ke dalam metode dakwah kontemporer. Dipandu oleh moderator Hafizen, M.Sc., diskusi ini mengulas strategi mengonversi kekayaan sejarah dan budaya Nusantara menjadi instrumen dakwah yang substantif serta berwawasan luas.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Selain mendapatkan wawasan metodologi penelitian, seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi akademik. Melalui forum ini, Fakultas Dakwah UIN STS Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pendakwah yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan sejarah dan budaya bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *